Anime

5 Pesan Moral yang Patut Dipelajari di Anime Fruits Basket

Tak terasa, sebentar lagi adaptasi serial anime terbaru dari Fruits Basket akan memasuki episode terakhirnya. Semenjak tayang sejak tahun 2019 lalu, serial...

· 3 menit membaca >

Tak terasa, sebentar lagi adaptasi serial anime terbaru dari Fruits Basket akan memasuki episode terakhirnya. Semenjak tayang sejak tahun 2019 lalu, serial anime ini telah menarik perhatian para penggemar anime shoujo dengan romansa yang khas.

Suguhan Pesan Moral Beragam pada Tiap Episode Fruits Basket

Dari musim pertama hingga musim ketiga, penonton akan disuguhkan dengan berbagai cerita dan juga pesan yang berbeda dalam tiap episodenya. Setiap karakter dalam Fruits Basket yang muncul di dalamnya memiliki latar belakang dan problema yang berbeda-beda.

Namun melalui kata-kata yang diucapkan oleh sang tokoh utama dalam Fruits Basket, Tohru Honda, penonton bisa memahami pergumulan dari masing-masing karakter dan bagaimana mereka dapat menghadapinya.

Karena Fruits Basket memiliki banyak pesan di dalamnya, pastinya ada banyak yang diingat oleh para penggemarnya. Kebanyakan pesan tersebut berasal dari pergumulan para karakter dan juga sikap yang mereka ingin lakukan

Berikut adalah lima pesan moral yang bisa para penonton ambil dari anime Fruits Basket dan terapkan dalam dunia nyata.

Setiap orang punya kelebihan

anime fruits basket

Di zaman modern yang serba menuntut ini, seringkali kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Atau mungkin, kita pernah dibandingkan dengan orang lain karena kita tidak punya karakter baik yang mereka punya. Tanpa sadar, hal ini bisa mengurangi kesadaran kita untuk mengenali diri sendiri dengan baik.

Isu ini juga dibahas dalam Fruits Basket. Ketika Tohru berpikir bahwa cara Kyo Sohma dalam membuat onigiri sangat baik, Kyo berkata bahwa ia biasa saja karena hanya membuat onigiri biasa.

Namun, Tohru ingin menekankan pemikirannya dengan membuat analogi tentang buah prem yang ada di balik onigiri. Meskipun tidak terlihat di depan orang lain, namun sebenarnya buah itu ada di dalam onigiri tersebut.

Sebenarnya, poin yang ingin Tohru tunjukkan adalah setiap orang pasti punya kelebihannya masing-masing.

Kelebihan itu mungkin tidak disadari oleh kita sendiri, namun orang lain pasti bisa melihatnya dan merasakannya. Lagipula, itulah yang menjadikan diri kita unik dan membuat kita sebagai pribadi kita yang sekarang.

Setiap orang berhak untuk merasa dimiliki

anime fruits basket

Tidak ada satupun orang yang sama di dunia ini. Semua pasti memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda, serta mungkin keinginan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Meski begitu, semuanya memiliki satu hak yang sama—everybody has the right to feel belong somewhere.

Beberapa karakter utama di Fruits Basket, seperti Tohru dan Kyo, tidak memiliki perasaan terlibat dalam “kelompok” mereka masing-masing karena dianggap berbeda dengan yang lain.

Tohru karena tidak masuk dalam kelompok pergaulannya dulu sewaktu kecil, dan Kyo yang tak pernah dianggap sebagai bagian dari para shio karena ia menempati posisi roh kucing, yang mana tidak dianggap penting.

Kedua karakter Fruits Basket ini, terutama Tohru, mengajarkan bahwa kita dapat belajar untuk membuat orang lain merasa disambut dan diperlakukan setara.

Dengan begitu, kita dapat membuat mereka merasa bahwa mereka pantas untuk berada dalam lingkaran kita dan terlibat di dalamnya. Terkadang, hanya itulah yang seseorang inginkan—memiliki tempat yang bisa ia sebut sebagai miliknya juga.

Jangan nilai buku dari sampulnya

anime fruits basket

Setiap orang di dunia ini punya pergumulannya masing-masing. Tidak ada kehidupan yang benar-benar sempurna di dunia ini.

Bahkan, kalau saja ada orang yang terlihat sempurna dan tanpa cela, bisa jadi juga merupakan orang yang memiliki serangkaian masalahnya sendiri, baik itu dipicu dari keluarga, teman, atau keadaan.

Berbagai karakter dalam Fruits Basket memiliki problema mereka masing-masing, yang terus mengikuti mereka bahkan saat jalannya cerita.

Bahkan Tohru, sesosok gadis yang dinilai sebagai “terapis” dari semua karakter dalam Fruits Basket, juga punya masalah di balik senyum lebar dan kesopanan yang selalu ia tampilkan kepada banyak orang di dekatnya.

Oleh karena itu, janganlah langsung men-judge dan meremehkan orang-orang yang ada di sekitar kita. Bisa jadi, justru orang-orang itulah yang paling kuat dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup meskipun mereka tertatih saat menjalaninya.

Anak-anak juga manusia

anime fruits basket

Pesan moral lain dalam serial anime Fruits Basket ialah hubungan anak kecil. Anak kecil kerap kali dianggap sebagai makhluk yang lemah. Namun, pada kenyataannya, mereka sangatlah sensitif—mereka berlaku seperti spons dan menyerap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Mungkin mereka belum mengerti sekarang, tapi mereka akan tumbuh besar dengan semua peristiwa itu dalam benak mereka dan akan dipahami perlahan-lahan.

Hanya karena seorang anak masih kecil, bukan berarti orangtua bisa berlaku seenaknya. Karena anak-anak dapat membawa apapun dalam ingatan mereka, orangtua sebaiknya lebih berhati-hati dalam berucap dan berperilaku di depan anak.

Jika apa yang dilihat, didengar, dan yang masuk ke hati anak adalah hal-hal buruk, itu bisa menimbulkan trauma mendalam. Bisa saja trauma itu tidak sembuh sampai ia beranjak dewasa sekalipun.

Sejumlah karakter dalam Fruits Basket memiliki trauma masa kecil yang disebabkan oleh perilaku dan perkataan orangtua mereka terhadap mereka sewaktu kecil.

Hal itu mereka bawa hingga besar dan menimbulkan luka yang dalam. Jika orangtua mereka bersikap lebih baik lagi, seperti ayah Tohru yang mengingat trauma masa kecilnya sendiri, para karakter ini mungkin akan berada dalam situasi yang lebih baik.

Selalu ada hal baik dalam hidup

anime fruits basket

Kadangkala ada saatnya seseorang merasa bahwa kehidupan dipenuhi dengan berbagai macam peristiwa menyedihkan.

Setiap kali mencoba sesuatu, entah kenapa hal yang dilakukan akan gagal atau malah tidak berakhir baik untuk semuanya. Namun, sama halnya dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, tidak ada satu keadaan yang abadi. Begitu pula dengan kesulitan dalam hidup.

Saat tengah berbincang dengan Hatori Sohma, Tohru sempat memberikan penghiburan atas kesedihan yang dialaminya.

Tohru berpikir bahwa setelah musim dingin, ketika salju meleleh, musim semi yang hangat akan datang. Sama seperti bergulirnya tiap musim, hidup tidak selamanya akan terasa berat. Dalam kehidupan, masih selalu ada hal baik yang bisa kita rasakan tiap hari.

Nah, inilah sejumlah pesan moral yang dihadirkan oleh Fruits Basket. Pesan-pesan ini sangat berkesan bagi penulis dan para penonton serta penggemar Fruits Basket pastinya dapat merasakannya juga. Apakah ada pesan lainnya yang kalian ambil dari serial ini?

Sambut Anime Digimon Ghost Game

dalam Anime
  ·   18 detik membaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *